September 2016
M T W T F S S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

testtte

tsetset

Pengaruh transaksi internet dalam perilaku TSI

Pemanfaatan teknologi informasi bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para user, contoh pemanfaatan dari teknologi informasi yaitu ATM untuk mengambil uang, menggunakan handphone untuk berkomunikasi dan bertransaksi melalui mobile banking, menggunakan internet untuk melakukan transaksi (internet banking atau membeli barang), berkirim e mail, menjelajah internet, dll.
Gangguan pemanfaatan teknologi sistem informasi adalah penyimpangan- penyimpangan atau penyalahgunaan teknologi informasi yang dilakukan oleh banyak kalangan.
Berikut adalah beberapa penyalahgunaan atau gangguan pemanfaatan teknologi informasi yang sering kita jumpai:
• Pencurian data dari orang lain
• Pencurian uang orang lain
• Pencurian data rahasia milik Negara atau institusi
• Merusak atau mengganti sistem database institusi maupun perusahaan
• Penyadapan e-mail
• Munculnya pembajakan lagu dalam format MP3
• Pornografi
Untuk pencegahan dari gangguan pada pemanfaatan teknologi informasi dilakukan peran serta pemerintah dalam upaya mengontrol perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencegah penyalahgunaan yang mungkin terjadi di masyarakat. Selain itu, aturan- aturan tentang teknologi informasi juga tertuang dalam undang- undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronika).
Tujuan dari pembentukan UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 tercermin dari pasal 4, yaitu mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektornik yaitu:
• mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia
• mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat
• meningkatkan efektivitas dan pelayanan publik
• membuka kesempatan seluas- luasnya pada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab
• memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi
Pokok pikiran dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terdapat dalam pasal-pasal di bawah ini :
-Pasal 8 Pengakuan Informasi Elektronik
-Pasal 9 Bentuk Tertulis
-Pasal 10 Tanda tangan
-Pasal 11 Bentuk Asli & Salinan
-Pasal 12 Catatan Elektronik
-Pasal 13 Pernyataan dan Pengumuman Elektronik
TRANSAKSI ELEKTRONIK terdapat dalam pasal-pasal berikut ini:
-Pasal 14 Pembentukan Kontrak
-Pasal 15 Pengiriman dan Penerimaan Pesan
-Pasal 16 Syarat Transaksi
-Pasal 17 Kesalahan Transkasi
-Pasal 18 Pengakuan Penerimaan
-Pasal 19 Waktu dan lokasi pengiriman dan penerimaan pesan
-Pasal 20 Notarisasi, Pengakuan dan Pemeriksaan
-Pasal 21 Catatan Yang Dapat Dipindahtangankan
Dari Pasal–pasal diatas, semua adalah yang mencakup di dalam Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Segala aspek yang diterapkan dalam perdagangan dan pemberian informasi melalui Elektronik sudah dijelaskan dalam pokok pikiran RUU tersebut.
Implikasi Pemberlakuan RUU ITE

Persyaratan permohonan hak merek

Teknologi informasi dan komunikasi adalah peralatan sosial yang penuh daya, yang dapat membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung pada cara penggunaannya, perkembangan dunia cyber atau dunia teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung cepat, perubahan peradaban manusia secara global, dan menjadikan dunia ini menjadi tanpa batas, tidak terbatas oleh garis teritorial suatu negara.
Kehidupan masayarakat modern yang serba cepat menjadikan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sesuatu harga mutlak, menjadi sesuatu kebutuhan primer yang setiap orang harus terlibat didalamnya kalau tidak mau keluar dari pergaulan masyarakat dunia, tetapi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini tidak selamanya dimanfaatkan untuk kesejahtraan, kemajuan dan peradaban manusia saja di sisi lain teknologi informasi dan komunikasi ini menjadi suatu senjata ampuh untuk melakukan tindakan kejahatan, seperti maraknya proses prostitusi, perjudian di dunia maya (internet), pembobolan ATM lewat internet dan pencurian data-data perusahan lewat internet, kesemuanya termasuk kedalam penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi, atau lebih tepatnya kejahatan penyalahgunaan transaksi elektronik. Itulah alasannya pemerintah indonesia mengesahkan UU ITE untuk mengatur penggunaan teknologi informasi secara luas dan tearah, demi terciptanya masyrakat elektronik yang selalu menerapkan moral dan etika dalam seluruh aspek kehidupanya.
Manfaat pelaksanaan UU ITE
1. Transaksi dan sistem elektronik beserta perangkat pendukungnya mendapat perlindungan hukum. Masyarakat harus memaksimalkan manfaat potensi ekonomi digital dan kesempatan untuk menjadi penyelenggara Sertifikasi Elektronik dan Lembaga Sertifikasi Keandalan.
2. E-tourism mendapat perlindungan hukum. Masyarakat harus memaksimalkan potensi pariwisata indonesia dengan mempermudah layanan menggunakan ICT.
3. Trafik internet Indonesia benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa. Masyarakat harus memaksimalkan potensi akses internet indonesia dengan konten sehat dan sesuai konteks budaya indonesia
4. Produk ekspor indonesia dapat diterima tepat waktu sama dengan produk negara kompetitor. Masyarakat harus memaksimalkan manfaat potensi kreatif bangsa untuk bersaing dengan bangsa lain
Efektifitas UU ITE Terhadap Tekonologi Informasi
Bila dilihat dari content UU ITE, semua hal penting sudah diakomodir dan diatur dalam UU tersebut. UU ITE sudah cukup komprehensif mengatur informasi elektronik dan transaksi elektronik. Beberapa cakupan materi UU ITE yang merupakan terobosan baru. UU ITE yang mana mengakui Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tandatangan konvensional (tinta basah dan materai), alat bukti elektronik diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHAP, Undang-Undang ITE berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar Indonesia, yang memiliki akibat hukum di Indonesia. Penyelesaian sengketa juga dapat diselesaikan dengan metode penyelesaian sengketa alternatif atau arbitrase. Setidaknya akan ada sembilan Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksana UU ITE, sehingga UU ini dapat berjalan dengan efektif.
Dampak UU ITE bagi Kegiatan Transaksi Elektronik
UU ITE yang disahkan DPR pada 25 Maret lalu menjadi bukti bahwa Indonesia tak lagi ketinggalan dari negara lain dalam membuat peranti hukum di bidang cyberspace law. Menurut data Inspektorat Jenderal Depkominfo, sebelum pengesahan UU ITE, Indonesia ada di jajaran terbawah negara yang tak punya aturan soal cyberspace law. Posisi negeri ini sama dengan Thailand, Kuwait, Uganda, dan Afrika Selatan. Tentu saja posisi itu jauh berada di belakang negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan beberapa negara berkembang lainnya, seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, dan Singapura, mendahului Indonesia membuat cyberspace law. Tak mengherankan jika Indonesia sempat menjadi surga bagi kejahatan pembobolan kartu kredit (carding).
Pengaruh UU ITE
Maraknya carding atau pencurian kartu kredit di internet berasal dari Indonesia, hal ini memungkinan Indonesia dipercaya oleh komunitas ”trust” internasional menjadi sangat kecil sekali. Dengan hadirnya UU ITE, diharapkan bisa mengurangi terjadinya praktik carding di dunia maya. Dengan adanya UU ITE ini, para pengguna kartu kredit di internet dari negara tidak akan di-black list oleh toko-toko online luar negeri. Sebab situs-situs seperti www.amazon.com selama ini masih mem-back list kartu-kartu kredit yang diterbitkan Indonesia, karena mereka menilai belum memiliki cyber law. Nah, dengan adanya UU ITE sebagai cyber law pertama di negeri ini, negara lain menjadi lebih percaya atau trust.
Dalam Bab VII UU ITE disebutkan: Perbuatan yang dilarang pasal 27-37, semua Pasal menggunakan kalimat, ”Setiap orang… dan lain-lain”. Padahal perbuatan yang dilarang seperti: spam, penipuan, cracking, virus, flooding, sebagian besar akan dilakukan oleh mesin olah program, bukan langsung oleh manusia. Banyak yang menganggap ini sebagai suatu kelemahan, tetapi ini bukanlah suatu kelemahan. Sebab di belakang mesin olah program yang menyebarkan spam, penipuan, cracking, virus, flooding atau tindakan merusak lainnya tetap ada manusianya, the man behind the machine. Jadi tak mungkin menghukum mesinnya, tapi orang di belakang mesinnya.
Beberapa Hal Mendasar Yang Berubah Pada Masyarakat
Sejauh ini, adanya UU ITE setidaknya merubah cara masyrakat dalam melakukan transaksi elektronik, diantaranya:
-Pengaksesan Situs Porno/Kekerasan/Narkoba
-Transaksi yang diperkuat dengan Tanda tangan Elektronik
-Penyampaian pendapat dalam dunia maya
-Penyebaran file/konten berbahaya (Virus,Spam dll.)
-Pengajuan HAKI terhadap informasi/dokumen elektronik, demi keterjaminan hak.
-Blog/Tulisan mengandung isi berbau SARA
-Pengaksesan Illegal, serta pemakaian software illegal
Sedikit ulasan dari point diatas, mengacu pada pasal 27-37, hanya akan ditangkap ”Orang Yang Menyebar Virus.” Tapi tampaknya bukan pembuat virus. Logikanya sederhana, virus tak akan merusak sistem komputer atau sistem elektonik, jika tidak disebarkan melalui sistem elektronik. Artinya, bahwa jika sampai virus itu disebarkan, maka si penyebar virus itu yang akan dikenakan delik pidana. Tentu hal ini harus dibuktikan di pengadilan bahwa si penyebar virus itu melakukan dengan sengaja dan tanpa hak.
Keseriusan Pemerintah dalam Menegakkan UU ITE
Sesuai dengan catatan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, kejahatan dunia cyber hingga pertengahan 2006 mencapai 27.804 kasus. Itu meliputi spam, penyalahgunaan jaringan teknologi informasi, open proxy (memanfaatkan kelemahan jaringan), dan carding. Data dari Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) menunjukkan, sejak tahun 2003 hingga kini, angka kerugian akibat kejahatan kartu kredit mencapai Rp 30 milyar per tahun. Hal ini tentunya mencoreng nama baik Negara, serta hilangnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Untuk itulah pemerintah perlu serius menanganani Transaksi Elektronik yang sudah merambah berbagai aspek kehidupan bernegara.
Langkah Pemerintah dalam Menegakkan UU ITE
Setelah diluncurkan UU ITE, untuk mencegah agar produk hukum ini tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam memahami cakupan materi dan dasar filosofis, yuridis serta sosiologis dari UU ITE ini, Departemen Komunikasi dan Informatikan akan melakukan kegiatan diseminasi informasi kepada seluruh masyarakat, baik lewat media, maupun kegiatan sosialisasi ke daerah-daerah. Edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan mengkampanyekan internet sehat lewat media, membagikan software untuk memfilter situs-situs bermuatan porno dan kekerasan.
Keterbatasan Pemerintah Dalam Menangani UU ITE
Untuk sekarang ini belum bisa menilai apakah UU ITE ini ”kurang”. Butuh waktu untuk melihat penegakannya nanti. Yang pasti, beberapa hal yang belum secara spesifik diatur dalam UU ITE, akan diatur dalam Peraturan Pemerintah, juga peraturan perundang-undangan lainnya. Secara keseluruhan, UU ITE telah menjawab permasalahan terkait dunia aktivitas/transaksi di dunia maya, sebab selama ini banyak orang ragu-ragu melakukan transaksi elektronik di dunia maya karena khawatir belum dilindungi oleh hukum. Hal yang paling penting dalam kegiatan transaksi elektronik, adalah diakuinya tanda tangan elektronik sebagai alat bukti yang salah dalam proses hukum. Jadi seluruh pelaku transaksi elektronik akan terlindungi.
Pada Pasal 31 ayat (3) UU ITE mengatur lawful interception, tatacara Lawful Interception akan diatur secara detil dalam Peraturan Pemerintah tentang Lawful Interception. Intinya bahwa penegak hukum harus mengajukan permintaan penyadapan kepada operator telekomunikasi, atau internet service provider yang diduga menjadi sarana komunikasi dalam tindak kejahatan. Jadi permintaan intersepsi tidak dilakukan kepada Depkominfo.
Sosialisasi UU ITE pada Masyarakat
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Mohammad Nuh mengatakan, saat ini masih terjadi kesalahpahaman dari masyarakat bahwa Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik sekadar untuk blocking situs porno, padahal substansinya melingkupi seluruh transaksi berbasis elektronik yang menggunakan komputer. Sehingga pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Sumber
http://latansablog.wordpress.com/2014/04/20/tugas-2-etika-dan-profesionalisme-tsi-ata-2013-2014-4ka23/
http://iamfunnyfany.blogspot.com/2014/04/tulisan-8-etika-profesionalisme-tsi.html

Etika Penggunaan Materi di Internet dalam Kebutuhan Pekerjaan

Didalam dunia kerja internet memiliki manfaat yang sangat banyak untuk membantu proses bisnis atau menyelesaikan pekerjaan. Yang bertujuan untuk mencapai target perusahaan. Bagi perusahaan yang tidak menggunakan internet didalam perusahaannya akan tertinggal dengan perusahaan yang menggunakan fasilitas internet dalam pencarian materi atau membantu menyelesaikan pekerjaan. Dan dipastikan perusahaan yang tidak menggunakan fasilitas internet tidak akan mampu besaing dengan perusahaan yang memakai internet dalam perusahaannya.
Ada beberapa keuntungan internet bagi perusahaan yaitu:

  1. 1. Mudah Melakukan Pemasaran dan Publikasi
  2. 2. Dapat Berinteraksi Langsung Dengan Konsumen Akhir Beserta Agen / Distributor
  3. 3. Karyawan Memiliki Fasilitas Hiburan Tambahan Saat Senggang
  4. 4. Memudahkan Manajemen Untuk Membaca Informasi Dari Satu Sumber
  5. 5. Memudahkan Telekomunikasi Dengan Biaya Yang Lebih Murah
  6. 6. Bisa Mencari Pegawai / Karyawan Baru Lewat Internet
  7. 7. Bisa Menjual Barang Secara Online
  8. 8. Mudah Menyebarkan Pemberitahuan Ke Banyak Pegawai
  9. 9. Bisa Menjalankan Sistem Aplikasi Terintegrasi Dari Banyak Tempat
  10. 10. Mudah Berhubungan Dagang Dengan Banyak Klien Di Luar Negeri

Etika penggunaan materi di internet itu sendiri yaitu  perbuatan atau nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan para pengguna internet dalam penggunaan materi di internet. Etika ini diperlukan agar dampak negatif penggunaan materi di internet dalam kebutuhan pekerjaan dapat dihindari. Contoh dampak negatif penggunaan materi di internet dalam kebutuhan pekerjaan yaitu plagiarisme. Plagiarisme yaitu penjiplakan hasil karya orang lain yang seolah-olah dianggap hasil karyanya sendiri tanpa mencantumkan darimana sumber yang kita dapatkan.

Dengan  menggunakan internet pekerjaan akan terasa lebih mudah untuk dikerjakan tapi terkadangjuga menjadi sebuah hal negatif jika internet digunakan tidak untuk mengerjakan pekerjaan tapiuntuk bermain games atau bersosial media dan pekerjaan jadi terabaikan.

Untuk  menghindari perbuatan negatif dalam penggunaan materi di internet untuk kebutuhan pekerjaan, maka kita harus menggunakan etika dalam internet. Karena kita sudah mendapatkan informasi secara mudah dan cepat, sehingga pekerjaan kita dapat selesai tepat waktu maka tidak ada salahnya kita menggunakan etika dalam penggunaan materi di internet dalam kebutuhan pekerjaan misalnya dengan mencantumkan sumber dari tulisan kita.

Sumber Referensi :

http://fajrifari.blogspot.com/2014/03/etika-penggunaan-materi-diinternet.html

http://melan-oktavia.blogspot.com/2014/03/etika-penggunaan-materi-di-internet.html

Karena Kamu Monster Penaklukku!!!

Biasanya aku tegar, berdiri gagah bagai Patung Liberty di Amerika, menjulang tinggi seperti Menara Eiffel yang mencakar langit Perancis.
Memperisai diriku dengan benteng-benteng baja melebihi kekuatan Tembok Raksasa Cina yang tak mampu tertembus ratusan Rocket Rusia.
Ribuan Iblis boleh melangkah diatas jiwaku, namun aku adalah London Bridge dengan daya imbang luar biasa hingga pendirianku tak terpatahkan.
Bangunan jiwaku rumit seperti ribuan batu penyusun Candi Borobudur di Indonesia dan langkahku selalu kokoh menginjak bumi seperti kuatnya pondasi Taj Mahal di India.
Kedalaman hatiku tak terukur seperti Laut Mediterranean Turki dan luasnya melebihi daratan Padang Pasir di Saudi Arabia.
Aku memiliki ribuan nyawa seperti pintu-pintu Piramid di Mesir dan mengalir deras seperti sungai Amazon di Brazil.
Sayap-sayapku terkembang menantang angin ditengah Lautan Hitam, dinginku kekal melebihi Kutub Utara di Antarica.

Namun sekali hatiku luruh, bangunannya runtuh meniru Tembok Berlin Jerman, Aku hampir jatuh menyerupai Menara Pisa di Italia. Karena ia adalah MONSTER PENAKLUKKU!!

Menggunakan google secara bijak dan tidak menunder estimate kemampuan diri sendiri (Jangan menjadi pengguna internet yang bodoh!)

Google merupakan mesin pencari halaman web. Google memiliki miliaran halaman web, sehingga pengguna dapat mencari informasi yang mereka inginkan, melalui penggunaan kata kunci atau operator.
Google juga telah menggunakan teknologi pencarian lainnya, termasuk, pencarian gambar, news, situs perbandingan harga google product search, arsip usenet interaktif google groups, google maps dan lainnya.

Dengan kecanggihan google saat ini seharusnya kita dapat lebih baik lagi dari sebelumnya (berkembang), bagaimana tidak, dengan mengetikkan keyword dan operator kita bisa mendapatkan jutaan informasi yang berkaitan.
Pendapat saya mungkin berbeda dengan yang lain. loh memangnya kenapa jika copy – paste tulisan seseorang selama kita mencantumkan sumbernya ?
secara tidak langsung itu seperti melarang kita untuk meresensi sebuah buku. am i right ?

kemudian bagaimana supaya kita tidak menuder estimate kemampuan diri sendiri ? ( dari sudut pandang pendidikan )
1. dosen / guru yang memberikan tugas juga harus, tidak menuder estimate kemampuan mahasiswa / siswa nya, berikan mereka tugas yang dapat melatih kemampuan research mahasiswa / siswanya.
2. untuk mahasiswa / siswa, alangkah baiknya jika kita tidak asal ‘mencontek’ hasil tulisan orang lain saja. lebih baik jika kita saling berbalasnya pendapat atau melakukan research jika tugas yang diberikan sudah banyak yang mengerjakan.

Bagaiaman supaya kita tidak menunder estimate kemampuan diri sendiri ? dan menggunakan google secara bijak ( dari sudut pandang pengguna internet )
1. jadilah pengguna internet yang lebih pintar, gunakan setiap keyword yang berhubungan dengan hal yang ingin anda cari, jangan menceritakan apa yang ingin anda cari di search bar, kecuali memang hal yang anda ingin cari merupakan hal sudah umum (di lakukan oleh banyak orang).
2. jika anda ingin hasil result yang lebih spesifik, gunakanlah operator, misalkan anda ingin mencari file berextensi .doc, anda dapat menambahkan kata ‘filetype:doc’ (tanpa tanda kutip) di akhir keyword yang anda masukkan.
3. google tidak pernah tau siapa yang sedang melakukan pencarian, oleh karena itu, gunakanlah google dengan bijak, jangan gunakan google untuk mencari hal2 yang pornografi, karena google mencatat setiap keyword yang kita masukkan.

jadi inti dari menggunakan google secara bijak dan tidak menunder estimate kemampuan diri sendiri menurut saya adalah bagaimana agar kita tidak menjadi pengguna google yang bodoh.
manfaatkan kecanggihan teknologi saat ini dan jangan selalu menganggap segala sesuatunya itu semudah mengetikkan masalah anda ke search bar mesin pencari.
tapi jangan juga menyalah gunakan layanan seperti google ini untuk keperluan2 yang dapat merusak diri sendiri, jangan.
so, gunakkanlah google secara bijak dan jangan menunder estimate kemampuan diri sendiri,

wassalamualaikum wr, wb.

Etika penggunaan mesin pencari di internet dalam membuat tugas penulisan

Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq).
Etika adalah suatu ilmu yang memabahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab terhadap suatu ajaran tersebut.

Mesin pencari atau Search engine adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas – berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer dalam suatu jaringan. Search engine merupakan perangkat pencari informasi dari dokumen – dokumen yang tersedia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hits.

Dalam melakukan pencarian dokumen yang dimuat pada suatu situs bisa begitu mudah dan kelihatannya mungkin sulit juga.
apalagi mengingat begitu menyebarnya informasi dimana – mana, bahkan university of california menyebutkan saat ini telah terdapat lebihd ari 50 miliyar halaman web di internet, meskipun tidak ada satupun yang benar – benar tahu jumlah persisnya. Dalam pencarian di web, pengguna selalu memperkirakan kata apa yang di kira – kira terdapat pada halaman yang ingin anda temukan. atau kira – kira apa subjek yang dipilih oleh seseorang untuk mengelolah halaman situs yang mereka kelola, topik apa saja kira – kira yang di bahas.

Indonesia sudah mempunyai UU ITE dimana undang-undang tersebut yang mengatur semua aktivitas tentang teknologi informasi, Indonesia juga mempunyai HAKI dimana HAKI tersebut yang membuat suatu karya penulisan menjadi Hak Kekayaan Intelektual bagi si pembuat tulisan tersebut. Dengan adanya UU ITE dan HAKI seorang yang menggunakan karya orang tanpa mencantumkan sumber bisa dituntut dan diberikan sangsi.

Oleh karna itu sebagai pelajar marilah kita membangun etika ketika sedang melakukan pencarian tugas menggunakan internet, sederhana sebenarnya membangun etika tersebut, dimulai dari mencantumkan sumber data dan informasi penulisan, atau tidak mengembangkan informasi dan data yang di dapat dengan menggunakan pemikiran sendiri, dan tidak menyalin secara utuh tulisan yang ditemukan dari mesin pencari. Dengan begitu kita sebagai pelajar bisa mendapatkan ilmu yang lebih karna dengan menyunting ulang penulisan tersebut.

Referensi :

http://jhohandewangga.wordpress.com/2012/02/24/pengertian-etika/

http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_pencari_web

http://sabillahwahid.blogspot.com/2013/11/etika-penggunaan-mesin-pencari-di.html

Netiquette dalam berkomunikasi di era Sosial Media

Netiquette adalah protokol internet. yang berasal dari gabungan kata jaringan dan etika. sehingga Netiquette dapat diartikan sebagai sosial internet. Dengan etika ini kita bisa memahami bagaimana saling menghormati sesama user, saling menghargai, saling berbagi, dan seterusnya. Berikut point-point etika berinternet yang saya rangkum :

  1. 1. Ejaan yang benar
    Komunikasi kita di internet mayoritas adalah komunikasi tertulis. Maka usahakan jangan banyak typo alias salah ketik atau salah ejaan, agar user lain mudah menangkap maksud kita.
  2. 2. Hindari capslock
    Capslock atau huruf kapital untuk mengetik semua huruf sangat tidak nyaman dibaca, dan menyimbolkan bahwa kita sedang marah. Capslock pada komunkasi tertulis sama saja dengan membentak atau berteriak. Maka hindarilah.
  3. 3. Katakan yang sebenarnya
    Berbohong didunia maya itu bisa fatal akibatnya. Sebab informasi yang kita ketik dan kirim ke email atau posting di web akan tersimpan. Jika kelas kita mengatakan hal yang berbeda atau tidak sesuai dengan yang sebenarnya, maka ada buksti sahih bahwa kita berbohong. Sebaiknya jangan berbohong, tapi juga tidak perlu mengumbar semua hal.
  4. 4. Jadilah dirimu sendiri
    Tidak perlu memalsukan identitas dengan mengaku sebagai orang lain. Ini akan merugikan diri sendiri. Jadilah dirimu sendiri, tanpa perlu membuka semua informasi pribadimu.
  5. 5. Jangan memulai masalah
    Saat di social media, milis, atau forum terbuka lain, janganlah memulai masalah dengan memosting ancaman, memulai perdebatan yang memancing emosi, memosting informasi kontroversial yang hanya akan membuat user lain kesal, marah, bahkan memperkarakannya secara hukum.
  6. 6. Jangan kirim spam
    Spam ini iklan secara terus menerus, memposting link, atau bahkan mengirim virus, serta data tidak penting lain. Kamu bisa di-banned atau “report as spam”.
  7. 7. Konservatiflah
    Saat mengirim email, lebih baik kita tetap bersikap formal dan konservatif. Ini jauh lebih baik daripada menulis pesan dengan gaya alay atau sok gaul, apalagi dengan huruf yang dibolak-balik, penuh singkatan. Sebab hanya akan membingungkan pembacanya, dan menurunkan citra dirimu.
  8. 8. Jangan kirim email tengah malam
    Hormatilah user lain, sebab mengirim email itu sama dengan menelepon. Tentu kamu tidak suka kan jika tengah malam diganggu dering telepon atau notifikasi tanda email masuk? Kesannya tidak menghormati privasi orang.
  9. 9. Berbelanja di situs yang aman
    Jika berminta melakukan e-shopping, yakinkan bahwa situs yang bersangkutan cukup aman. Setidaknya penjualnya bisa dipercaya. Sebab di situ kamu akan membagi informasi pribadi yang cukup penting, seperti nomor rekening dan nomor ponsel, bahkan alamat rumah.
  10. 10. Bersikap bijak
    Cobalah untuk bersikap sebijak mungkin, dalam mengunggah profil diri, berbagi informasi, dan bersikap kepada sesama user internet. Pahami apa yang kira-kira layak atau tidak. Jangan terburu emosi saat kita memosting sesuatu. Tidak perlu terburu-buru dalam memutuskan apa yang layak di-share atau tidak.

Sumber artikel : networketiquette.net dan ictwatch.com/2012/06/04/10-poin-netiket-etika-di-internet/

Struktur Kerja Pengembangan Sistem Pengisian KRS

Inti dari tugas PSI kita ini adalah mendevelop sistem pengisian KRS dari yang masih menggunakan terminal komputer menjadi pengisian KRS berbasis web. Struktur tugasnya kita bikin kaya skripsi gitu, cuman ga pake bab 1 sama bab 2. Langkah-langkahnya adalah :

1. Description of Running System | ID : 1 |
Filenya : Description of running system
2. Recommendation System and Generation of Description system alternatives | ID : 2 |
Contoh penulisannya : Recommendation System and Generation of Description system alternatives
3. Teorema Structure of system algorithm | ID : 3 |
Contoh penulisannya : Teorema Structure of system algorithm
4. Design application and structure database | ID : 4 |
Contoh penulisannya : Design application and structure database
5. Programming and Testing System | ID : 5 |
Contoh Penulisannya : Programming and Testing System
6. Documentation system and User’s Guide | ID : 6 |
Contoh Penulisannya : Documentation system and User’s Guide

Kalau sampai tahap ke 5 ga ada kendala dan selesai sesuai dengan jadwal. Nanti ada kuisioner buat hasil kesimpulan tugas ini. pembagiannya kaya gini.
ID : 1 & 2 | Membuat kuisioner |
ID : 3 & 4 | Nyari responden sebanyak 20 orang buat nyobain sistem yang udah di buat, udah gitu suruh isi kuisioner |
ID : 1 & 2 | Kalau udah dapet 20 responden, kita buat laporannya |